www.ombudsmanindonesia.com

Breaking News

Menyoal Tender Pengadaan Sistem Pembayaran Tol Nirsentuh di Kemen PUPR

Pembayaran tol non-tunai dengan tanpa sentuh akan dilaksanakan pada tahun 2021 mendatang. 


Jakarta -
Proyek transaksi pembayaran non-tunai tanpa sentuh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) mengundang berbagai pertanyaan publik, terutama soal penunjukan rekanan dari Hongaria dan penerapan tekhnologinya.

Pemerintah merencanakan transaksi pembayaran non-tunai di jalan tol mulai tahun depan bisa tanpa sentuh (nirsentuh) atau multi lane free flow (MLFF) yang merupakan transaksi pembayaran jalan tol dengan teknologi nirsentuh. Dengan begitu, semua kendaraan tidak perlu berhenti ketika membayar tarif di gerbang tol.

 
Perusahaan Hungaria, Roatex Ltd Zrt, telah ditunjuk Kementrian PUPR sebagai pemrakarsa proyek itu pada 31 Oktober 2019 lalu. Roatex menawarkan teknologi global navigation satellite system atau GNSS. Teknologi ini membuat alat pembaca tidak perlu ada di setiap tempat karena memakai satelit, berbeda dengan radio frequency identification atau RFID.

GNSS memakai alat yang dipasang di dalam mobil. Ketika kendaraan berada di gardu jalan tol, alat itu akan terbaca melalui sistem di satelit. Penggunaan teknologi seperti ini banyak diterapkan di negara Eropa Timur.  

Kementerian PUPR menawarkannya dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Nilai proyeknya Rp 2,923 triliun untuk trase sepanjang 1.713 kilometer. Rencananya Bank Indonesia dan Kementerian PUPR melakukan kerja sama untuk pengembangan pembayaran nontunai di seluruh jalan tol.

Teknologi yang biasa dikenal dengan Electronic Toll Collection (ETC) adalah sistem nirkabel untuk secara otomatis memungut biaya penggunaan atau tol yang dibebankan pada kendaraan yang menggunakan jalan tol, jalur HOV, jembatan tol dan terowongan tol. Di sebagian besar sistem, kendaraan yang menggunakan sistem tersebut dilengkapi dengan perangkat Transponder Radio Otomatis. 

Ketika kendaraan melewati perangkat pembaca tol, sinyal radio dari pembaca memicu transponder yang mengirimkan kembali nomor pengenal yang mencatat penggunaan jalan oleh kendaraan, dan sistem pembayaran elektronik membebankan biaya tol kepada pengguna.

Pemenang pelelangan ( tender) Pengusahaan Sistem Transaksi Tol Non-tunai Nir-sentuh berbasis Multi Lane Free Flow ( MLFF) akan diumumkan pada Selasa, 5 Januari 2021 mendatang.

Terdapat empat peserta yang lolos pra-kualifikasi. Mereka adalah PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO), dan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP)-PT Citra Persada Infrastruktur-PT Delameta Bilano-SkyToll a.s. (Slovakia). Kemudian konsorsium PT Nusantara Telematics System-PJSC Mostotrest (Rusia)-Service Telematics LLC (Rusia)-Soft Telematics LLC (Rusia), dan Roatex Ltd Zrt asal Hongaria. 

Nah, Roatex memiliki Hak Menyamakan Penawaran (right to match) proses pra-kualifikasi yang dilaksanakan sepenuhnya secara elektronik (daring). Tender proyek dengan kebutuhan investasi senilai Rp 2,923 triliun ini untuk trase sepanjang 1.713 kilometer.

Proses aanwijzing dan pemasukan dokumen pada pertengahan November mendatang. Aanwijzing  merupakan pemberian penjelasan, atau salah satu tahap dalam sebuah tender menyangkut penjelasan mengenai pasal-pasal dalam Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS), Gambar Tender, Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Term of Reference (TOR). 

Beberapa pihak menyoroti proses tender ini karena beberapa permasalahan terkait tender ini. Pasalnya, mekanisme KPBU yang diberikan secara mendadak kepada Roatex Hongaria oleh Kementrian PUPR mengundang pertanyaan publik karena tidak menggunakan tatacara sesuai Perpres KPBU yang seharusnya melibatkan Bappenas untuk persetujuan right to match (hak inisiataor).

Ketua Umum DPP LSM Forum Komunikasi Rakyat Indonesia (FORKORINDO) Tohom Sinaga menyatakan pemerintah idealnya harus membuat kebijakan yang ekstra hati-hati terutama yang berkaitan dengan perusahaan pelaksana proyek ini. Pasalnya, perputaran uang terkait proyek ini, kalau dimenangkan perusahaan asing, secara otomatis sebagian besar uang akan mengalir keluar dari Indonesia.

“Mengapa harus perusahaan Hungaria yang dipilih sudah teruji di bidang ini? Di mana saja negara yang pernah mengunakan teknologi ini untuk kendaraan pribadi? Apakah produk teknologi jenis ini sudah teruji,” ujarnya heranan. 

Pada kunjungan Presiden Hungaria pada Januari lalu, pemerintah Indonesia dan Hungaria menjajaki kerja sama di sejumlah pembangunan infrastruktur di Indonesia. Salah satunya, dalam Teknologi Nirsentuh/Multi Lane Free Flow (MLFF) pada gerbang tol.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, proses lelang implementasi teknologi nirsentuh pada gerbang tol akan dimulai pada April 2020 dan ditargetkan pengumuman pemenang sudah keluar pada akhir tahun 2020.

Konfirmasi yang dilakukan media ini pada pihak Biro Komunikasi Publik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) belum mendapat tanggapan.  (M. Sinaga)

Tidak ada komentar