www.ombudsmanindonesia.com

Breaking News

Political Engineering "GOLKAR BARU"


Oleh: Ahmad Mahadi Nasution, SH. CATS, CCPS*

Melihat kondisi Partai Golkar dengan trend penurunan positif saat ini, Golkar berpeluang menjadi Partai proto yang bercirikan perbedaan pandangan antar kelompok anggota internal (ins) dengan kelompok non-anggota ((outs/masyarakat).

Lantas bagaimana bentuk yang ideal dengan Golkar saat ini ?
Bentuk idealb Golkar saat ini harus menjadi Partai Catch All - sebagai gabungan partai kader dan partai massa yang dapat menampung kelompok sosial sebanyak mungkin guna mencapai tujuan partai yaitu memenangkan pilihan dengan menawarkan program-program yang bersifat kekinian dan keuntungan bagi anggota dalam bentuk pengetahuan politik sebagai ganti dari ideologi yang kaku.

Dengan demikian aktivitas partai ini dapat sebagai penyeimbang kelompok kepentingan dan kelompok penekan.
Penyebab trend penurunan positif Partai Golkar saat ini berawal dari faktor kepemimpinan yang buruk, berpotensi mematikan kaderisasi di tubuh partai.

Penyebab lainnya adalah Partai Golkar tidak memiliki platform yang jelas sehingga tidak ada ideologi perekat antar anggota.

Kegagalan  regenerasi adalah kegagalan memunculkan tokoh baru yang dapat melakukan reformasi internal, terutama revitalisasi dan kaderisasi.

Regenerasi Ketua Umum Partai Golkar adalah hal yang mutlak sebagai simbol Institusi.

Political Engineering Partai Golkar Baru harus terwujud guna menghindari mati surinya partai, stagnansi atau berjalan di tempat.

Dari sekian banyak kader terbaik Partai Golkar, The Rising Star terbaik adalah Bambang Soesatyo. Saya menilai beliau memiliki kapasitas yang lebih dan mumpuni baik dalam praktisi dan keilmuan sehingga apa yang dinamakan SGDG Programs (Sustainable Golkar Development Goals) dapat tercapai dengan program - program kepartaian yang tepat sasaran.

Jika menyimak ke belakang, saya teringat beliau sebagai pencetus E-voting dalam Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres). Artinya BS lebih memahami persoalan bangsa ini secara luas apalagi jika hanya membangun sebuah partai moderen.

Bro BS. Ya, saya lebih senang mengatakan ‘Bro’, bukan tidak sopan dan hormat tetapi saya lebih memandang beliau sebagai seorang politikus yang membumi, luwes dalam pergaulan politik, lengkap dengan ide-ide smart yang brilliant yang kekinian, mampu membawa Partai Golkar menjadi Digital Party.

Kedekatan Beliau dengan golongan milenial sebagai bukti first touch untuk mendapatkan suara milenial sebagai porsi terbesar Indonesia vooters.
Tak kalah pentingnya, brandmarking seorang Ketua Umum Partai seperti Golkar harus good looking and charming karena hal tersebut akan memberikan first impression bagi vooters.

Dengan demikian para kader bisa berharap bahwa kerja-kerja politik masa depan menjadi lebih excited dengan tagline #2019BS4GolkarBaru atau #2024BS4IndonesiaBaru.

*Wakil Bendahara Bakastratel DPP Partai Golkar, Fungsionaris Depinas Soksi Bobby Suhardiman.

Tidak ada komentar