www.ombudsmanindonesia.com

Breaking News

Bamsoet Mantap Maju di Munas Golkar

Majunya Bambang Soesatyo sebagai calon Ketua Umum Partai Golkar didorong oleh DPD seluruh Indonesia. Ia dinilai sebagai figur pemersatu di Golkar. Foto : Gery
Jakarta - Kader Golkar yang saat ini menjabat sebagai Ketua MPR RI Bambang Soesatyo tetap mantap maju dalam Musyawarah Nasional untuk pemilihan ketua umum Partai Golkar pada pada 3-5 Desember 2019 mendatang.

Ahmad Noor Supit menyampaikan hal tersebut di hadapan insan media saat konperensi pers di Hotel Sultan pada Kamis (7/11) kemarin.

Menurut Supit, Bambang Soesatyo yang akrab dipanggil Bamsoet adalah kadar yang paling pas menempati posisi Ketua Umum pada saat ini. "Kader Golkar dipercaya di posisi Menko Perkenomian, dipercaya Presiden untuk memulihkan ekonomi Indonesia di tengah ancaman krisis. Oleh karenanya, kader Golkar yang sudah menempati posisi di tim ekonomi Jokowi diharapkan  fokus mengemban tugas ini dan menurut kami, tidak pas kalau harus rangkap jabatan lagi sebagai Ketum Golkar," jelas Supit, Ketua Tim Pemenangan Bamsoet, tanpa menyebut nama Airlangga Hartarto.

Ketika ditanya soal pernyataan Presiden saat menghadiri acara HUT Partai Golkar sehari sebelumnya yang terkesan memberikan dukungan pada calon tertentu, Supit menyatakan yang paling mengenal siapa kader terbaik adalah dari internal Partai Golkar sendiri. "Silahkan siapapun pihak di luar partai yang memberikan berbagai pendapat, tapi bagi kami, kami kader lah yang paling mengetahui siapa kader terbaik yang pantas terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar, dan menurut kami kader tersebut adalah Bambang Soesatyo," tegas Supit pula.

Bamsoet dianggap dapat menjadi figur pemersatu di tengah berbagai intrik dan perpecahan yang melanda Partai Golkar saat ini. "Oleh karenanya, atas dukungan dan desakan dari berbagai kalangan, Pak Bamsoet mantap maju di Munas pada Desember mendatang."

Supit menegaskan, partai Golkar milik semua kader. "Tidak seperti beberapa partai lain yang ada pemiliknya, Partai Golkar milik semua kader. Oleh karenanya, tidak ada calon tunggal," tegas dia.

Dalam nada yang sama, Bendahara Umum Partai Golkar Robert Kardinal yang sekarang menjadi anggota tim pemenangan Bamsoet menyatakan,  sejak berubah nama dari Golkar menjadi Partai Golkar, maka partai ini menjadi partai moderen dan demokratis. "Zaman dulu, tidak mungkin orang seperti saya duduk sebagai pimpinan di partai. Artinya, partai Golkar ini partai yang demokratis, milik semua kader," ujarnya.

Salah satu anggota tim pendukung Bamsoet, Cyprus Tatali menyatakan, dukungan terhadap Bamsoet saat ini sudah datang dari lebih dari 300 Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Golkar, baik DPDI maupun DPD II. "Target, kami mengharapakan dukungan dari sekitar 400 DPD untuk pencalonan Pak Bamsoet," ujar Cyprus.

Kader lain yang juga anggota tim pemenangan Bamsoet, Roi Lewar mengatakan, Bamsoet adalah figur tepat untuk mengembalikan marwah Partai Golkar sebagai partai dengan ideologi kekaryaan. "Ideologi ini  semakin hilang sejak Golkar dipimpin Airlangga Hartarto, " jelas Roi.

Selain dua nama yang mencuat sebagai calon ketua umum Partai Golkar, yaitu Airlangga Hartarto, Bambang Soesatyo, nama kader Partai Golkar lain yang disebut-sebut akan maju adalah Ridwan Hisyam dan Ali Yahya. (Gerard Da Silva)

Tidak ada komentar